Hari Ayah 12 November, Menguak Makna Hari Ayah

Hari Ayah 12 November, Menguak Makna Hari Ayah

Tahukah Anda hari Ayah?

Emm mungkin tanah air kata negeri indonesia nama ini tidak se-booming hari Ibu yang senantiasa diperingati pada 21 Desember. Berbeda  pada belahan negara lain contohnya benua Amerika dan Eropa hari Ayah senantiasa diperingati dengan semarak. Di Indonesia sendiri Hari Ayah sebenarnya secara eksistensi sudah ada yaitu dirayakan pada tanggal 12 November yang pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006, di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Ada apa dengan sosok ayah? Mungkin pandangan kita selama ini bahwa Ayah merupakan sosok pekerja keras yang rela membanting tulang siang dan malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan kata lain peran ayah bagaikan berkerja dibelakang layar sementara selebihnya ibu yang paling berperan di muka. Namun sadarkah kita bahwa lebih dari itu peran Ayah telah mencakup semuanya, bahkan dari sisi psikologis ada nilai-nilai tertentu yang ditanamkan ayah kepada anaknya yang umumnya tidak ia dapatkan dari ibu.

Keluarga ibarat rumah, orang tua adalah fondasi yang menjaga keutuhan dan keseimbangan dan anak adalah ornamen penghias yang akan mewarnai suasana keluarga. Terbukti memang benar bahwa peran ibu amat penting bagi perkembangan anak namun lebih dari itu tanpa kehadiran sosok ayah pekembangan sang anak tidak akan sempurna. Berdasarkan kajian psikologis telah mengungkap beberapa fakta dimana ayah mampu mewujudkan kepribadian anak baik dari segi intelektual, sosial-emosional dan motorik. Apabila hal ini disadari sejak dini tentu ayah akan berupaya optimal dalam mengaplikasikan perannya. Sekilas Ayah memiliki keterikatan lebih pada anak-anak laki-laki namun kenyataanya banyak anak perempuan yang lebih dekat kepada sang ayah (terlebih bila dia anak terakhir dari beberapa saudara).  

sumber gambar : ilpuntonotizie.it

Peran Ayah dalam mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak ditunjang dari  interaksi keduanya yang mampu meningkatkan kenyamanan-diri, kepercayaan diri, kompetensi sosial dan keterampilan sosial anak (Amato, 1994). Keterlibatan ayah sejak dini adalah sumber keamanan emosional bagi anak. Perlakuan ayah yang penuh cinta pada bayi sangat berkontribusi pada rasa aman pada anak. Berdasarkan riset yang lain menunjukkan kecerdasan emosi (EQ)  yang tinggi dikala ayah mengenali respon emosi anak dan membantu mereka menyelesaikannya dengan pendekatan penyelesaian masalah/ problem-solving approach. (Civitas, 2001).  Dengan ini maka secara psikologis tingkat depresi anak akan rendah bahkan hingga ia menjalani masa remaja.

 

Peran Ayah dalam mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak berdasarkan sejumlah studi menunjukkan bahwa ayah yang terlibat, mengasuh, dan bercanda dengan bayi-bayi mereka memiliki anak-anak dengan IQ yang lebih tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik (Pruett, 2000). Hal ini dikarenakan peran pengasuhan ayah lebih cenderung mempromosikan kemandirian dan eksplorasi anak mereka dunia luar daripada ibu. Selain itu Ayah seringkali menemukan cara-cara baru dan tak terduga untuk bermain, tentu hal ini mampu memperluas kreatifitas anak.

Peran Ayah dalan perkembangan motorik anak senada dengan teori dari Rosenberg & Wilcox (2006) bahwa Ayah memiliki kecenderungan melakukan permainan one-on-one, keras dan “kasar” yang dapat mendukung perkembangan motorik anak dan memberikan kesempatan pada anak mengeksplorasi hal-hal yang bisa dilakukan tubuh mereka dan membantu mereka mengatur emosi saat terlibat dalam interaksi fisik impulsif. Penjelasan lain menunjukkan bayi enam bulan yang memiliki ayah yang terlibat dalam pengasuhannya memiliki nilai lebih baik dalam perkembangan motoriknya (Gestwicki, 2010).

Ayah adalah super hero kita yang hadir dan benar-benar nyata di dunia. Ia tak kenal lelah,  tak kenal pamrih, tak kenal sakit bekerja siang dan malam. Ayah sangat peka terhadap kondisi kita dibalik diamnya. Ayah menimbun besar pengharapan kesuksesan masa depan kita dibalik tampang cueknya. Ayah adalah lelaki sejati yang paling tulus memberi cinta kasih. Hanya doa dan perilaku bakti yang dapat kami berikan. Semoga Ayah senantiasa dalam naungan ridho Allah yang maha pemurah. Amin.(LFA)

”Selamat hari ayah”



sumber gambar : erabaru.net

sumber artikel : kompasiana.com,

Dilihat sebanyak 135

* hubungi Jasa Pembuatan Website klik tombol diatas