7 Tips Bisnis B2C Paling Ampuh yang Harus Kamu Coba

7 Tips Bisnis B2C Paling Ampuh yang Harus Kamu Coba

Tips bisnis apa aja sih yang membuat bisnis kalian semangkin meningkat, yukk simak tips-tips di bawah ini

1. Taruh perhatian utama pada website ecommerce Anda
Jika kita membahas bisnis B2C di era digital, tentu bahasan soal website tidak bisa dilewatkan. B2C ecommerce adalah salah satu lahan bisnis paling subur nan menjanjikan untuk mendulang rupiah saat ini. Karena itu, berinvestasi pada website ecommerce adalah langkah awal yang harus Anda lakukan dalam strategi marketing B2C.

Lalu, investasi seperti apakah yang harus Anda utamakan dalam website ecommerce Anda? Ada tiga karakteristik utama yang harus dimiliki sebuah website ecommerce supaya mendukung strategi marketing B2C Anda.

Responsif
Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website yang terlihat baik dalam tampilan desktop tetapi seketika berantakan ketika dibuka lewat smartphone? Itulah masalah yang akan Anda temui ketika website toko online Anda tidak responsif.

Website responsif adalah wajib hukumnya. Apalagi di tahun 2019 ini. Hal ini karena jumlah pengguna smartphone yang terus meningkat. Sebuah studi dari Statista menunjukkan peningkatan jumlah orang yang berbelanja secara online lewat smartphone. Di tahun 2013, hanya ada sekitar 75 persen orang berbelanja lewat smartphone. Lima tahun berselang, jumlah ini meningkat menjadi 86 persen.

Disanalah pasar bisnis B2C sekarang berada. Website yang responsif akan memudahkan Anda untuk mengincar pasar potensial tersebut.

Website responsif memanjakan pengguna smartphone dengan tampilan yang tetap menyenangkan. Meski website yang sama dibuka dari berbagai macam gadget yang memiliki resolusi layar yang berbeda. Para pengguna smartphone bisa berbelanja online dengan mudah hanya lewat smartphone saja.

Dengan begitu, website yang responsif akan menjadi amunisi khusus Anda untuk mengincar pasar pengguna smartphone yang besar tersebut dan menjadikan mereka sebagai pelanggan setia Anda.
Cepat
Kecepatan adalah segalanya. Begitu juga kecepatan sebuah website. Sebuah studi menunjukkan bahwa pelanggan berekspektasi sebuah website dapat diakses hanya dalam waktu 2 detik! Jika waktu loading lebih dari itu, 40 persen pelanggan Anda akan siap angkat kaki dari website Anda.

Dalam urusan B2C ecommerce, kecepatan adalah impresi pertama yang didapatkan oleh pelanggan Anda. Anda bisa saja kehilangan pelanggan potensial sebelum sempat menawarkan apapun, hanya karena waktu loading website Anda tidak cukup cepat. Karena itu investasikan tenaga dan sumber daya Anda pada kecepatan loading website.

Desain website Anda tidak kalah pentingnya dengan kedua poin di atas. Tampilan website Anda adalah identitas brand Anda. Desain website membantu pelanggan mengingat karakter brand Anda. Semakin banyak orang mengingat Anda karena karakter brand Anda, maka semakin mudah juga Anda untuk mengeksekusi strategi marketing selanjutnya.

2. Berikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan
Anda sudah memiliki website yang responsif, cepat, dan memiliki desain website yang senada dengan branding produk Anda. Apakah tiga kualitas di atas cukup untuk membuat website Anda sebagai senjata digital marketing B2C?

Jawabannya, tentu saja belum.

Jika ketiga kualitas website tersebut sudah terpenuhi, kini waktunya untuk mendandani website Anda dengan berbagai fitur yang memanjakan pengguna website Anda. Tujuannya utamanya adalah memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan.

Poin pengalaman berbelanja ini seringkali dilupakan oleh para pelaku bisnis B2C. Padahal, user experience yang baik akan meninggalkan kesan yang baik. Kesan yang baik adalah salah satu strategi marketing terampuh untuk membuat pelanggan Anda melakukan pembelian kedua dan seterusnya. Kesan yang baik juga memperbesar kemungkinan produk Anda akan direkomendasikan kepada pelanggan baru lainnya.

Demi kesan yang baik, website Anda tentu harus dibekali berbagai fitur yang memudahkan proses pembelian. Fitur-fitur penting tersebut antara lain: kemudahan dalam memilih variasi produk, memilih jasa ekspedisi, menghitung ongkos kirim, atau menyediakan berbagai pilihan payment gateway.

Jika website ecommerce Anda berbasis WordPress yang dipadukan dengan WooCommerce, tentu menambahkan fitur tersebut tak akan jadi persoalan. Berbagai plugin toko online untuk WooCommerce tersedia secara gratis dan bisa Anda terapkan dengan menginstallnya saja.

Baca juga: 7+ Plugin Ongkos Kirim Terbaik untuk Toko Online

3. Edukasi pelanggan lewat strategi content marketing
Jika berbicara soal strategi marketing online B2C, content marketing tentu tidak boleh luput dari topik bahasan. Strategi digital marketing apapun tak akan berhasil jika tidak didukung oleh kualitas konten yang mumpuni juga. Karena itu, Anda pun tidak boleh meninggalkan konten dalam menjalankan B2C marketing.

Peran konten dalam strategi marketing B2C bersifat vital. Kualitas konten yang baik tak hanya berfungsi untuk mendeskripsikan dan “menjual” fitur-fitur menarik pada produk Anda. Strategi konten marketing yang apik adalah kekuatan Anda untuk mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan hingga menumbuhkan rasa percaya pelanggan pada brand Anda. Tujuan tertinggi yang ingin dicapai tak lain dan tak bukan adalah angka penjualan yang semakin meningkat.

Untuk mengeksekusi strategi content marketing Anda, media yang digunakan pun bisa beragam. Anda bisa mulai dengan memaksimalkan manfaat blog bagi bisnis Anda. Selain blog, sosial media adalah lahan manis untuk mengeksekusi strategi content marketing Anda. Jangan lupa untuk memasang iklan di berbagai platform seperti Instagram, Youtube, dan Facebook untuk memperbesar exposure brand dan mendatangkan lebih banyak konsumen potensial bagi bisnis Anda.

4. Berikan layanan pelanggan terbaik
“Customer service is the new marketing.”

Jika Anda pernah mendengar kutipan tersebut, maka Anda paham mengapa layanan pelanggan menjadi salah satu poin tips bisnis B2C di artikel ini. Layanan konsumen patut Anda coba sebagai salah satu tips memaksimalkan strategi marketing B2C Anda.

Dewasa ini, layanan konsumen tak melulu tentang mengangkat telepon ataupun membalas email yang berisi keluhan pelanggan. Anda pun bisa memanfaatkan layanan pelanggan di bisnis Anda untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Anda.

5. Kuatkan faktor WOW dan tawarkan harga yang bersaing
Produk andalan yang Anda miliki sekarang bisa jadi bukan satu-satunya produk yang diinginkan oleh konsumen Anda. Anda harus bersaing dengan produk kompetitor terlebih dahulu sebelum konsumen akhirnya menjatuhkan pilihan untuk membeli produk Anda. Di titik inilah, Anda harus memiliki faktor ‘wow’ atau USP (Unique Selling Point) untuk mengoptimalkan strategi marketing B2C Anda.

Faktor ‘wow’ membantu menempatkan bisnis Anda dalam pasar. Faktor ‘wow’ jugalah yang menjelaskan keunggulan produk Anda dibanding dengan produk kompetitor. Jika keunikan ini dikomunikasikan secara jelas dan tepat melalui strategi marketing Anda, pelanggan tentu akan lebih mudah mengingat Anda dibanding dengan produk dari kompetitor.

Ada berbagai macam Unique Selling Point yang bisa Anda tambahkan dalam produk Anda. Anda bisa mengunggulkan fitur tertentu dalam produk Anda, ragam pilihan variasi produk, layanan konsumen 24/7, hingga kemudahan pembelian dan pengiriman barang.

Namun, faktor ‘wow’ saja tidak untuk membuat pelanggan melirik produk Anda. Kombinasikan faktor ‘wow’ tersebut dengan harga yang bersaing. Calon konsumen tentu cenderung menjatuhkan pilihan untuk produk yang memiliki harga serupa tetapi dengan lebih banyak keuntungan.

Dilihat sebanyak 47

* hubungi Jasa Pembuatan Website klik tombol diatas